Archive for May, 2008
Tutorial PHP dan MySQL
PHP adalah bahasa pemorgraman yang memungkinkan para web developer untuk membuat aplikasi web yang dinamis dengan cepat. PHP merupakan singkatan dari “PHP: Hypertext Preprocessor”. PHP ditulis dan diperkenalkan pertama kali sekitar tahun 1994 oleh Rasmus Lerdorf melalui situsnya untuk mengetahui siapa saja yang telah mengakses ringkasan online-nya. PHP merupakan salah satu bahasa script yang terbilang baru dan tersedia secara bebas dan masih memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. PHP dapat diintegrasikan (embedded) ke dalam web server, atau dapat berperan sebagai program CGI yang terpisah. Karakteristik yang paling unggul dan paling kuat dalam PHP adalah lapisan integrasi database (database integration layer). Database yang didukung PHP adalah: Oracle, Adabas-D, Sybase, FilePro, mSQL, Velocis, MySQL, Informix, Solid, dBase, ODBC, Unix dbm, dan PostgreSQL (Schwendiman, 2001)
Download: Pemrograman PHP dan MySQL (14662)
Potensi Genetik untuk Mengatasi Problema Cekaman Mineral Tanah
Kemampuan tanaman dalam mengkonversi sumber daya dasar: tanah, air, udara, dan cahaya matahari ke dalam produk yang berguna bagi manusia tergantung pada interaksi antara genotipe dan lingkungan. Hal ini dapat dirumuskan sebagai P = ge, dimana p = fenotipe, g = genotipe (potensi genetik), dan e = lingkungan (termasuk tanah, cuaca, hama, teknik budidaya, zat pengatur tumbuh, dan sebagainya).
Tanaman jarang ditanam untuk dimanfaatkan seluruh fenotipenya, akan tetapi ditanam untuk memperoleh buah, batang, akar, atau beberapa bagian tanaman yang khusus. Oleh sebab itu, rumus di atas lebih baik dituliskan sebagai berikut : yq = ge, dimana yq = hasil dan kualitas produk tanaman.
Hasil dan kualitas mencapai maksimum jika tersedia lingkungan yang sempurna bagi genotipe. Kesempurnaan pada lingkungan tidak akan pernah diperoleh, dengan demikian, hasil dan kualitas berkurang hingga tingkat tertentu. Cekaman dapat didefinisikan sebagai beralihnya komponen lingkungan dari kondisi sempurna.
Air dapat terlalu sedikit atau terlalu banyak, temperatur dapat terlalu dingin atau terlalu panas, hama dapat mengganggu pertumbuhan, udara dapat terpolusi, atau atau, pada topik ini, mineral tanah tidak tersedia pada jumlah atau proporsi yang tepat. Problema cekaman mineral dapat dikurangi dengan merubah mineral dalam tanah dan dengan memodifikasi genotipe tanaman hingga dapat beradaptasi terhadap lingkungan mineral yang ada.
Pendekatan genetika dan pemuliaan tradisional terhadap cekaman mineral bersifat tidak langsung. Tujuan program pemuliaan adalah untuk meningkatkan hasil dan kualitas produk dan untuk menekan biaya produksi sekecil mungkin. Untuk memperoleh genotipe yang cocok pada lingkungan tertentu, populasi yang berbeda secara genetik ditanam di area tersebut, kemudian dipilih tanaman-tanaman yang memiliki fenotipe unggul. Asumsinya, keunggulan fenotipe sebagian disebabkan oleh kecocokan genotipe pada lingkungan tersebut.
Download: Potensi Genetik untuk Mengatasi Problema Cekaman Mineral Tanah (2122)
Peningkatan Ketahanan Padi Terhadap Penggerek Batang
Kultivar padi grup isozyme V yang berisi tanaman-tanaman padi aromatik berkualitas tinggi sulit dimuliakan dengan metode konvensional karena hibridisasi seksual akan menyebabkan hilangnya karakter-karakter unggul. Tanaman-tanaman tersebut peka terhadap penggerek batang. Pada makalah ini dilaporkan tentang peningkatan ketahanan terhadap penggerek batang pada kultivar Tarom Molaii melalui transformasi dengan microprojectile bombardment. Kalus embriogenik yang diperoleh dari benih dewasa ditembakkan dengan partikel emas yang dilapisi dengan plasmid pCIB4421 yang membawa potongan gen toksin cryIA(b) dari Bacillus thuringiensis dan plasmid pHygII yang membawa gen selectable marker hygromycin phosphotransferase (hpt). Penggunaan hygromycin B 50 mg/l dalam media kultur dari penembakan sampai planlet berakar menyisihkan jaringan yang tidak tertransformasi. Digunakan tiga transforman hpt independen, dua diantaranya berisi gen cryIA(b). Galur No. 627 menghasilkan potongan protein (67 kDa) cryIA(b) yang hampir setara dengan 0.1% total protein yang dapat larut. Gen cryIA(b) dikontrol oleh promotor dari gen PEP carboxylase jagung C4 dan diekspresikan pada daun namun tidak diekspresikan pada level yang dapat dideteksi pada biji dewasa. Galur 827 berisi sekitar 3 kopi gen cryIA(b) yang bersegregasi seperti satu lokus dominan pada generasi kedua (T1) dan generasi ketiga (T2) serta memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap larva penggerek batang bergaris (Chilo supressalis) instar pertama dan penggerek batang kuning (Scirpophaga interculas). Galur T2 872-6 yang homozigot untuk gen cryIA(b) tidak mati setelah diinfestasi dengan penggerek batang, sedangkan galur T2 827-25 yang tidak memiliki gen tersebut rata-rata terserang 7 dead heart dan 2.25 whitehead per tanaman. Hasil tersebut membuktikan bahwa transformasi gen pada tanaman-tanaman padi aromatik grup V dapat menjadi alternatif bagi hibridisasi seksual.
Download: Peningkatan Ketahanan Padi Terhadap Penggerek Batang (4377)